PT.Haris Global Cargo I Jasa Pengiriman Barang,Project cargo, Kirim Mobil dan Motor

Tarif Kontainer Jakarta--Eropa Mulai Membaik
There are no translations available.

Setelah terpuruk selama 2011, kini tarif angkutan kontainer pada rute internasional, terutama Jakarta—Eropa bergerak naik. Tetapi, operator tetap mewaspadai gejolak harga minyak mentah dunia.

Tarif angkutan kontainer pada rute pelayaran Jakarta—Eropa  sejak April hingga kini mulai mendekat tarif ideal. Menurunnya harga bahan bakar minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor pemicunya.

Wakil Ketua Umum INSA Asmary Herry mengatakan tarif angkutan kontainer Jakarta—Eropa  hingga posisi Juni 2012 sudah mencapai US$1.500 per TEUs, naik dibandingkan posisi akhir tahun 2011 sebesar US$900 per TEUs atau Februari sekitar US$600 per TEUs.

Kenaikan itu,  dipengaruhi oleh faktor turunnya harga minyak mentah dunia serta adanya bungker surchage. “Namun, penaikan itu belum mencapai tarif normal yang diharapkan berada di level US$1700 per TEUs," katanya.

Dia menyebutkan operator pelayaran kontainer global semakin menyadari pentingnya menjaga stabilitas operasional dibandingkan dengan mengejar load factor sehingga strategi untuk menjaga agar tarif tetap baik terus dilakukan.
Menurutnya selama 2011, operator pelayaran kontainer banyak yang merugi karena penurunan tarif yang begitu tinggi. “Belajar dari kondisi itu, para operator kapal mulai mengubah strategi.”

Selain Jakarta—Eropa, tarif pelayaran juga naik pada rute Jakarta--Amerika Serikat. "Pada rute itu, tarif kontainer kini sudah menembus US$2000 per TEUs, naik dibandingkan posisi akhir tahun sebesar US$900 per TEUs."

Namun, katanya, tarif kontainer pada intra Asia justru lambat naik. Sebagai contoh, tarif Jakarta—China  saat ini baru mencapai US$200 per TEUs, naik sekitar US$100 per TEUs dibandingkan posisi enam bulan lalu," ujar Asmari.

Data  PDA INSA  menyebutkan pada periode Juni 2010, tarif angkutan kontainer Jakarta—Eropa tercatat sebesar US$1.750 per TEUs, turun hingga hampir 50% pada Juni 2011 menjadi US$800 per TEUs.
Hingga posisi Desember 2011 tarif pengiriman peti kemas masih  bertahan di level US$800 per TEUs, tetapi sejak Januari hingga Februari, terus merosot hingga menyentuh level US$600 per TEUs.

Harga Bungker
Sementara itu, konsumsi bahan bakar minyak atau bungker kapal kontainer diketahui telah menyodot sebesar 70% dari total biaya operasional armada atau naik dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi 10 tahun yang lalu.
Penaikan biaya bungker tersebut tidak seimbang dengan kondisi tarif angkutan laut, terutama pada koridor Jakarta—Eropa karena saat ini tarif pengiriman peti kemas di rute itu belum berada level normal.

“Melihat kondisi itu, operator pelayaran tidak mudah untuk bisa bertahan,” kata Jacob Friss Sorensen, Presiden Direktur PT Pelayaran Bintang Putih, agen Maersk Line kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menjelaskan perusahaannya terus berinovasi untuk menggunakan teknologi yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak kapal agar perseroan bisa mendapatkan marjin yang cukup atas investasi yang dikeluarkan.

Menurutnya kondisi pelayaran domestik lebih diuntungkan karena  kondisi perekonomian dalam negeri masih solid dalam menghadapi dampak krisis global, tetapi pelayaran angkutan ekspor dan impor terkena dampak cukup signifikan.

Erry Hardianto, Senior General Manager Bidang Perdagangan dan Pemasaran PT Pelayaran Bintang Putih mengatakan pada 2001, konsumsi bungker hanya menyedot 30% dari total biaya operasional kapal, tetapi sekarang mencapai 70%.

Kondisi itu, katanya, didorong oleh harga minyak mentah yang sempat menyentuh level US$150 per barel. “Konsumsi kapal terhadap BBM telah menyedot mayoritas biaya operasional kapal,” ujarnya.
 
You are here  : HOME / JAKARTA - NTT